Pemerintah Yang Tidak Memahami Suasana Hati Rakyat

 Ketika Pemerintah Tidak Memahami Suasana Hati Rakyat


Mojokerto, 25/09/2025

Menjadi pemimpin, menjadi pemerintah harus memahami hati nurani rakyat. Hidup dalam keheningan dan kesederhanaan. Penuh dengan pemikiran dan empati yang dalam.

Umar bin Khattab adalah contoh pemimpin sejati. Tidak akan makan kecuali seluruh yang dipimpin nya telah makan. Pemimpin adalah mereka yang makan terakhir setelah semua rakyatnya terpenuhi kebutuhan makannya.

Tidak menikmati dunia kecuali seluruh rakyatnya tercukupi dan telah menikmati dunia.

Tapi Duryudana dan Dursasana, dalam Maha Bharata, adalah pemimpin yang tak pernah memperdulikan hati nurani rakyat. Berpesta pora, seperti nya amanah yang ada di tangannya adalah sebuah kemenangan dan kejayaan yang perlu dinikmati dengan pesta pora.

Padahal sejatinya jabatan bukanlah pesta pora, tapi jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. 

Para pemimpin palsu tak pernah faham bahwa kepemimpinan adalah tanggung jawab dan amanah. Mereka tak pernah tahu bahwa kepemimpinan adalah fitnah di tangan mereka yang tak pernah memenuhi amanah penderitaan rakyat.

Menjadi pemimpin bukan untuk berpesta pora. Menjadi pemimpin itu mengambil tanggung jawab, melayani masyarakat dan rakyat, mencukupi kebutuhan rakyat, menghibur rakyat yang bersedih, jika itu tidak pernah dilakukan, maka tidak perlu menjadi pemimpin rakyat. 

 ''Pemimpin itu harus bisa melihat dengan mata rakyat, harus mengerti bahasa rakyat, dan merasakan perasaan rakyat. Memajukan kemakmuran rakyat adalah tugas setiap pemimpin.'' pesan Ali Bin Abi Thalib.

Seorang hamba yang dipikulkan kepadanya oleh Allah, amanah untuk memimpin rakyat, sedangkan ia mati, yang pada waktu kematiannya itu ia dalam keadaan menipu rakyat, maka Allah akan mengharamkan baginya memasuki syurga." pesan keras Rasulullah (HR Muslim).

" Sebaik-baik pemimpin adalah yang mencintai rakyatnya dan rakyat pun ridho pada mereka. Sejahat-jahat pemimpin adalah yang dikutuk rakyatnya dan mereka pun murka kepada rakyatnya." Pesan Rasulullah (HR. Muslim)