Anggota OPM Serahkan Senjata Dan Bendera, Berikrar Masuk Kembali Ke NKRI

 Anggota OPM Serahkan Senjata Dan Bendera, Berikrar Masuk Kembali Ke NKRI


Kepulauan Yapen, Papua (9/5/2025)

Anggota OPM beserta seluruh anggota keluarga nya menyerahkan senjata dan berikrar kembali ke NKRI.

Langkah perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang menggembirakan ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

Peristiwa penyerahan senjata dan ikrar kembali ke NKRI ini berlangsung pada Selasa (6/05/2025), di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1709/Yawa, Jalan Maluku, Distrik Anotaurei.

Satu keluarga yang menyampaikan tekad bergabung kembali ke NKRI tersebut dipimpin oleh AS, dari Kampung Ariepi, Distrik Kosiwo. AS datang bersama seluruh anggota keluarga nya, seorang wanita, istrinya, dan dua orang anaknya. 

Keluarga AS kemudian menyatakan secara resmi meninggalkan TPNPB-OPM, organisasi kriminal bersenjata yang dibentuk oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Baca Juga

Gaya Membual LSM Illegal Lokal OPM, Ancam Dan Sebar Teror, Pesawat Sipil Pembawa Menhan dan Menkeu

Anggota OPM Serahkan Senjata Dan Bendera, Berikrar Masuk Kembali Ke NKRI




AS dan keluarga nya berkomitmen untuk hidup damai sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum.

Komandan Kodim 1709/Yawa, Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan pada Jumat (9/5/2025).  menjelaskan bahwa AS sebelumnya bergabung dengan OPM karena faktor keturunan dari orang tuanya. 

Namun, selama sepuluh tahun terakhir, AS sudah tidak aktif lagi dalam kegiatan organisasi kriminal separatis tersebut.

“AS menyatakan kesadarannya bahwa perjuangan kriminal bersenjata tidak membawa manfaat dan hanya menyusahkan sesama saudaranya sendiri. Oleh karena itu, dengan tekad bulat, dia memutuskan untuk kembali ke pelukan Ibu Pertiwi,” ujar Letkol Inf Baskoro.

Tidak hanya menyatakan ikrar setia, AS juga menyerahkan barang-barang milik kelompok separatis yang masih dimilikinya.

Sebuah senjata api jenis M1 Carbine semi otomatis, dengan 45 butir peluru kaliber 30 (7,62 x 33 mm), ditambah dengan satu helai bendera Bintang Kejora. Termasuk yang diserahkan adalah satu buah noken bermotif Bintang Kejora

“Penyerahan senjata dan atribut separatis ini menjadi simbol nyata bahwa AS dan keluarganya benar-benar ingin kembali hidup dalam damai dan menjadi bagian dari pembangunan di tanah kelahirannya,” tambah Dandim.

Letkol Inf Baskoro juga menegaskan bahwa keberhasilan proses ini tidak lepas dari pendekatan persuasif, humanis, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh personel Unit Intel Kodim 1709/Yawa.

 “Kami terus berupaya memberikan pemahaman bahwa NKRI adalah rumah bersama bagi seluruh rakyat Papua. Pendekatan ini akan terus kami lakukan dengan mengedepankan kemanusiaan,” ujarnya.

Pihak TNI menyambut baik langkah AS dan keluarganya, serta memastikan bahwa mereka akan difasilitasi dalam proses reintegrasi sosial agar bisa menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif dalam upaya memperkuat keutuhan NKRI di wilayah Papua. Kembalinya satu keluarga sekaligus menjadi contoh bahwa upaya damai dan pendekatan hati nurani dapat membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang selama ini melanda wilayah tersebut.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat diharapkan terus bersinergi dalam memberikan ruang bagi mantan simpatisan atau anggota kelompok separatis yang ingin kembali, dengan menjamin keamanan dan hak-hak sipil mereka sebagai warga negara Indonesia.

(PDSJH)