BKPM Bersama JICA Lakukan Survei Lokasi Rencana Pabrik Bioetanol di Wilayah Gayam Bojonegoro

 BKPM Bersama JICA Lakukan Survei Lokasi Rencana Pabrik Bioetanol di Wilayah Gayam Bojonegoro


Bojonegoro, Tribun Nusantara (28/05/2025)

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) bersama JICA (Japan International Cooperation Agency) dan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan survei lokasi rencana pabrik bioetanol di wilayah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Rabu (28/05/2025).

JICA (Japan International Cooperation Agency) adalah Badan Kerja Sama Internasional Jepang yang didirikan oleh pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang. Lembaga ini berperan dalam melaksanakan Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) Jepang. JICA memiliki kantor perwakilan di lebih dari 90 lokasi di berbagai negara dan beroperasi di lebih dari 190 negara. 





Diperkirakan total bantuan yang dibawa oleh badan internasional Jepang ke Indonesia sejak tahun 1954 sampai tahun 2025 ini lebih dari 500 Trilyun rupiah. Bahkan mungkin lebih, karena ada juga beragam hibah dan bantuan dari pemerintah Jepang yang diberikan dan bahkan kemungkinan tidak tercatat dengan lengkap.



Turut hadir dalam kegiatan on site visit program for bioetanol industri at Gayam Industrial designated area para pejabat BKPM RI, JICA, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Kepala Desa (Kades) Katur Sukono, KPH Bojonegoro dan jajaran, kelompok tani hutan, Forkopimcam Gayam dan pejabat terkait lainnya.

Kades Katur, Sukono mengaku, sangat mendukung adanya rencana pendirian pabrik bioetanol di wilayah Desa Katur. Karena dengan adanya pabrik ini tentunya ke depan dapat membuka peluang kerja bagi warga Bojonegoro, dan khususnya warga Desa Katur.

“Tentu kami sangat mendukung adanya rencana pendirian pabrik bioetanol ini. Karena bisa membuka peluang kerja warga, sehingga dapat mengurangi penganguran yang ada,” kata Kades Sukono kepada pers di sela-sela mendampingi survei lokasi.

Selain mengurangi pengangguran, lanjut Kades, ladang minyak Banyu Urip, Blok Bojonegoro ini, juga dapat meningkatkan perekonomian warga, terutama bagi para petani sekitar hutan.

Sebab pabrik besar itu nantinya akan membutuhkan bahan dari hasil pertanian. Salah satunya adalah jagung.

“Jadi petani nanti bisa ikut meningkat ekonominya dari hasil panen jagung tersebut,” imbuh Sukono.

“Tentu saya mendukung dan sangat senang adanya pabrik bioetanol ini karena hasil panen jagung bisa terserap maksimal,” sambung salah satu petani Hutan, Rohmad, kepada pers.

Setelah selesai survei lokasi penanaman jagung petani di wilayah hutan Dusun Kapol, Desa Katur, rombongan menuju Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk berdiskusi dengan para pihak. (MIG)