Petani Sawit Riau Merugi : Ribuan Hektar Kelapa Sawit Turun Produksi
Kuantansingingi, Polkrim Online, 09/07/2016
Para petani kelapa Sawit di Kuantan Singingi kepada Polkrim mengatakan bahwa produksi kelapa sawit per hektar mengalami penurunan drastis. Penurunan produksi ini terjadi di ribuan hektar kebun sawit yang dikelola oleh para petani baik petani swadaya maupun petani plasma.
Nganadi seorang petani kelapa sawit di salah satu lokal kebun sawit Kuantansingingi, Provinsi Riau mengatakan bahwa hasil produksi sawit yang sebelumnya mencapai 2 sampai 2,5 ton per hektar sekarang hanya mencapai kurang dari setengah ton saja per hektar.
Para petani mencatat bahwa penurunan drastis produksi kelapa sawit ini terjadi pasca kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan sekitarnya beberapa bulan yang lalu.
” Tujuh hektar kebun mengalami penurunan produksi, Setelah kebakaran hutan dan bencana kabut asap hebat tahun lalu, ” kata Nganadi.
Penurunan produksi ini memberikan pukulan hebat pada pendapatan petani. Kerugian besar besaran ini berdampak banyak kepada para petani.
Penurunan produksi sawit sering terjadi jika musim panas tiba. Akan tetapi setelah mendekati musim hujan produksi kembali akan naik kembali. Akan tetapi penurunan produksi kali ini merupakan anomali yang berbeda dengan penurunan yang terjadi biasanya.
” Produksi buah kelapa sawit tinggal seperempatnya saja dari biasanya. Berbeda dari penurunan rendemen CPO yang biasa terjadi. Kali ini kelapa sawitnya tidak mau berbuah, ” kata Nganadi.
Penurunan produksi kelapa sawit ditandai dengan rendahnya rendemen minyak kelapa sawit. Penurunan ini biasanya membuat perhitungan TBS (tandan buah segar) kelapa sawit yang diterima oleh pabrik pengolah juga mengalami penurunan. Pabrik mengolah TBS kelapa sawit ini menjadi CPO yang siap dijual kepada masyarakat.
Penurunan produksi kelapa sawit juga dipengaruhi oleh turunnya produksi buah kelapa sawit. Dalam beberapa penelitian literatur teknis, turunnya produksi buah ini juga bisa terjadi karena disebabkan oleh asap kebakaram hutan. Asap akan mempengaruhi jumlah bunga jantan yang lebih banyak dari bunga betina kelapa sawit. Jika rasio bunga jantan ini lebih banyak maka produksi buah akan turun dengan drastis.
Dalam kondisi tertentu asap juga bisa mempengaruhi pembentukan bunga jantan dan bunga betina.
Menurut data dari Dirjen Pengelolaan Dan Pengembangan Hasil Pertanian Kemeterian Pertanian, di seluruh Indonesia ada 10 juta hektar lahan kelapa sawit yang saat ini dikelola oleh 2,2 juta petani.
Sebanyak 21 juta tenaga kerja buruh petani ikut bekerja di kebun sawit seluruh Indonesia, sedangkan 16 juta tenaga kerja yang lain ikut bekerja secara tidak langsung dengan pengolahan kelapa sawit dan CPO di Indonesia.
Kelapa sawit tercatat sebagai bidang pekerjaan strategis yang terbesar di Indonesia kedua setelah pertanian padi.
Sebanyak 800 perusahaan pengolah ikut mengolah kelapa sawit menjadi CPO di Indonesia. Sebanyak 21 milyar Dollar Amerika per tahun (hampir 300 trilyun per tahun) dihasilkan dari industri perkebunan kelapa sawit Indonesia (NNK/VIJ)
First Published on, 9 July 2016
